Proses Pembuatan Game (GDLC)
Tutorial Article Detail

Proses Pembuatan Game (GDLC)

Author

Muhammad Fauzan Aztera

Published On

25 Dec 2025

Proses pembuatan game secara industri biasanya dibagi menjadi tiga fase utama: Pra-Produksi, Produksi, dan Pasca-Produksi. 1. Pra-Produksi (Pre-Production) Ini adalah tahap perencanaan dan merupakan fase paling krusial untuk menentukan arah proyek. Brainstorming & Konsep: Menentukan ide dasar, genre, dan core loop (mekanisme utama). Market Research: Menganalisis tren pasar dan siapa target audiensnya. Penyusunan Game Design Document (GDD): Dokumen cetak biru yang berisi detail mekanik, cerita, karakter, hingga rencana monetisasi. Prototyping: Membuat versi sangat sederhana (seringkali hanya kotak-kotak atau greyboxing) untuk menguji apakah ide tersebut benar-benar seru saat dimainkan. 2. Produksi (Production) Fase terpanjang di mana seluruh aset dan kode digabungkan. Game Design: Perancangan level (level design) dan sistem ekonomi dalam game. Programming: Penulisan kode untuk logika permainan menggunakan bahasa seperti C++, C#, atau Python di game engine (Unity, Unreal, dll). Art & Audio: Pembuatan model 3D/2D, animasi, tekstur, efek visual (VFX), serta musik dan efek suara (SFX). Integration: Menyatukan semua aset visual dan audio ke dalam sistem pemrograman. 3. Testing & QA (Quality Assurance) Sebelum rilis, game harus melewati tahap pengujian yang ketat. Bug Tracking: Menemukan kesalahan teknis atau glitch. Balance Testing: Memastikan tingkat kesulitan game sudah pas (tidak terlalu mudah/sulit). Alpha & Beta Testing: Memberikan versi awal kepada sekelompok kecil pemain untuk mendapatkan umpan balik. 4. Pasca-Produksi (Post-Production) Setelah game diluncurkan, kerja tim belum selesai. Maintenance: Memperbaiki bug yang ditemukan pemain setelah rilis. Update & DLC: Menambahkan konten baru agar pemain tetap tertarik. Marketing: Terus mempromosikan game untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Visual Journal

Random Discovery

Explore Journal

Share the magic